Saturday, March 12, 2016

Online Shop (Adela 9G/1 & Joanne 9G/18)

Adela 9G/1
Joanne 9G/18

ONLINE SHOP

Online Shop adalah sebuah media yang memungkinkan customer membeli barang atau jasa secara langsung dari penjual dengan media internet. Alasan mengapa online shop popular di kalangan masyarakat disebabkan oleh mudahnya konsumen membeli barang, apalagi barang yang sudah jarang ditemui di toko-toko biasa. Selain itu, konsumen juga dapat memesan barang sesuai dengan keinginan mereka.Contohnya, kita dapat memesan sebuah jaket dengan tulisan, angka, atau gambar sesuai keinginan kita.Kemudian, biasanya harga-harga yang ada di online shop lebih terjangkau daripada yang dijual di toko-toko biasa.

Namun, ada beberapa kekurangan yang ada di online shop. Pertama, biaya yang dikenakan untuk ongkos kirim barang terbilang cukup mahal. Apalagi, bila kita memesan barang tersebut dari luar negeri. Kedua, barang yang ditampilkan di website online shop belum tentu sama seperti barang yang nanti kita terima. Bisa saja bahan atau kualitas barang tersebut kurang baik. Ketiga, bisa saja penjual menipu kita. Seperti contohnya, barang yang kita pesan dan sudah kita bayar tidak dikirim oleh mereka. Keempat, kita memerlukan koneksi internet untuk memesan barang. Kelima, kita harus sabar menunggu barang yang kita pesan sampai di rumah. Tidak seperti di toko-toko biasa, kita dapat langsung mendapat barang yang kita inginkan.

Cara menggunakan online shop ada berbagai macam. Pertama, kita bisa menggunakan aplikasi yang ada di smartphone kita, contohnya go-jek. Caranya sangat mudah, kita hanya perlu membuka aplikasinya dan memilih jasa mana yang kita inginkan. Kedua, kita bisa menggunakan media sosial. Caranya, kita harus melihat katalognya terlebih dahulu, lalu kita hanya perlu memilih barang yang kita inginkan. Setelah itu, kita langsung menghubungi penjual dan menyebutkan barang yang kita pesan. Kita juga dapat memberi tahu tambahan-tambahan apa yang kita inginkan. Tidak lupa, kita juga harus memberikan alamat kita kepada mereka dan cara pembayaran apa yang akan kita gunakan. Ketiga, kita dapat memesan melalui website-nya langsung. Caranya, kita harus membuka website-nya. Lalu, kita mengetik nama barang yang kita inginkan di kotak pencarian yang disediakan. Setelah itu, gambar produk akan mucul di layar kita. Kemudian, kita tinggal menekan tombol “beli”. Lalu, kita harus mengisi data-data yang mereka butuhkan berupa alamat, cara pembayaran, dan lain-lain.


Salah satu contoh online shop yang cukup terkenal di Indonesia dan banyak digunakan masyarakat serta terpercaya adalah Lazada (Lazada.co.id). 
sumber: www.google.com

Berawal dari awal Januari 2012, ketika Rocket Internet yang pusatnya di Berlin mendirikan kantor di Jakarta. Waktu itu hanya memiliki 4 karyawan untuk Lazada. Pada tanggal 15 Maret 2012, website Lazada diluncurkan. Peluncuran ini tidak hanya di Indonesia saja, melainkan Filipina, Thailand, Malaysia, dan Vietnam. Pada awal peluncurannya, Lazada memiliki 4000 produk yang dijual dan dibagi menjadi 4 kategori. Dalam kurun waktu satu minggu Lazada mendapatkan customer pertamanya. Customer pertamanya itu memberikan testimoni mengenai kepuasan terhadap layanan Lazada.co.id. Pelayanan yang baik dari segi pembelian sampai dengan aftersales-nya membuat Lazada mendapat 1000 konsumen pada bulan pertamanya, merupakan angka yang cukup fantastis setelah satu bulan dari peluncuran website. Pertumbuhan customer dan supplier yang begitu pesat membuat Lazada membuka kantor baru yang secara khusus untuk menangangi masalah warehouse dan distribusi produk Lazada. Bulan Agustus 2012, Lazada telah merekrut 200 karyawan setelah kerja keras dari awal launching hingga bulan Agustus 2012. Perekrutan ini untuk mengimbangi jumlah customer yang semakin banyak dan untuk meningkatkan layanan Lazada menjadi lebih baik. Pada tanggal 14 September 2012, Lazada mendapatkan investasi besar dari JP Morgan Asset Management karena melihat potensi Lazada di Indonesia. Kemudian disusul dengan investasi dari Kinnevik, perusahaan investasi asal Swedia yang menyuntik dana USD 40 juta, dan ditambah lagi suntikan dana oleh Summit Partners sebesar USD 26 juta. Pada akhir tahun 2012, Lazada mengubah desain websitenya agar semakin digemari oleh customer maupun supplier dan memberi kemudahan bagi orang yang mencari produk di dalamnya. Pada akhir tahun 2012, Lazada memiliki 25000 produk yang dibagi ke dalam 13 kategori. Awal tahun 2013, Lazada mendapatkan suntikan dana dari Tengelmann, group retail strategis dari Jerman sebesar USD 20 juta. Dan pada tahun 2016 ini Lazada semakin berkembang, baik jumlah konsumennya serta kualitasnya, sehingga Lazada menjadi sukses.

Daftar Pustaka:
www.dagdig.com
www.hermantolle.com/class/docs/onlne-shopping/

No comments:

Post a Comment