Sunday, March 13, 2016

IQ dan EQ (Maria Benedicta / 25 & Richelle Angelique / 32)


IQ DAN EQ

Intelligence Quotient (IQ) memiliki arti kemampuan intelektual, analitis (kemampuan menganalisa), logika, dan rasio seseorang. Dengan demikian, IQ berkaitan dengan keterampilan berbicara, kesadaran akan sesuatu di  sekelilingnya, dan penguasaan matematika. Kecerdasan ini merupakan kemampuan yang diolah pada otak sebelah kiri dan kanan kita. Menurut Laurel Schmidt dalam bukunya "Jalan Pintas Menjadi 7 Kali Lebih Cerdas" (Dalam Habsari 2004 : 3) membagi kecerdasan dalam tujuh macam, antara lain adalah sebagai berikut:
  1. Kecerdasan visual / spesial ( kecerdasan gambar) : profesi yang cocok untuk tipe keceerdasan ini antara lain arsitek, seniman, designer mobil, insinyur,designer grafis, komputer, kartunis, perancang interior dan ahli fotografi.
  2. Kecerdasan verbal / linguistik ( kecerdasan Berbicara): Profesi yang cocok baagi mereka yang memiliki kecerdasan ini antara lain: pengarang atau penulis,guru, penyiar radio, pemandu acara , presenter, pengacara, penerjemah, pelawak.
  3. Kecerdasan musik: Profesi yang cocok bagi yang memiliki kecerdasan ini adalah peenggubah lagu, pemusik, penyanyi, disc jokey, guru seni suara, kritikus musik, ahli terapi musik, audio mixer( pemandu suara dan bunyi).
  4. Kecerdasan logis / matematis ( Kecerdasan angka); Profesi yang cocok bagi mereka yang memiliki kecerdasan ini adalah ahli metematika , ahli astronomi, ahli pikir, ahli forensik, ahli tata kota , penaksir kerugian asuransi, pialang saham, analis sistem komputer, ahli gempa.
  5. Kecerdasan interpersonal ( cerdas diri ).Profesi yang cocok bagi mereka yang memiliki kecerdasan ini adalah ulama, pendeta, guru, pedagang, resepsionis , pekerja sosial, pekerja panti asuhan, perantara dagang, pengacara, manajer konvensi, ahli melobi, manajer sumber daya manusia.
  6. Kecerdasan intrapersonal ( cerdas bergaul ): profesi yang cocok bagi mereka yang memiliki kecerdasan ini adalah peneliti, ahli kearsipan, ahli agama, ahli budaya, ahli purbakala, ahli etika kedokteran.
Emotional Quotient (EQ) adalah kemampuan berkomunikasi seseorang dalam dua dimensi, yaitu ke arah dalam (personal) dank ke arah luar (interpersonal). Personal adalah komunikasi yang dilakukan seseorang pada dirinya sendiri. Hal ini berguna untuk menumbuhkan kesadaran diri (self awareness), penerimaan diri (self acceptance), menghargai diri sendiri (self respect), dan penguasaan diri (self mastery). Sementara interpersonal adalah kemampuan memahami, meminta, mempercayai, dan memengaruhi orang lain, kemampuan kita untuk dapat mempengaruhi dan diterima orang lain dengan baik. Kecerdasan emosional mencakup pengendalian diri, semangat, dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi tekanan, kesanggupan untuk mengendalikan dorongan hati dan emosi, tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, membaca perasaan terdalam orang lain (empati), berdoa, memelihara hubungan dengan sebaik-baiknya, kemampuan untuk menyelesaikan konflik, serta memimpin diri dan lingkungan sekitarnya. Menurut Daniel Goleman didalam buku kecerdasan emosi memberi tujuh kerangka kerja kecakapan ini, yaitu:

Tingkatan dalam IQ adalah sebagai berikut:


  • ·   70 – 79 = Tingkat IQ rendah atau keterbelakangan mental
  •     80 – 90 = Tingkat IQ rendah yang masih dalam kategori normal (Dull Normal)
  •     91 – 110 = Tingkat IQ normal atau rata-rata
  •     111 – 120 = Tingkat IQ tinggi dalam kategori normal (Bright Normal)
  •   120 – 130 = Tingkat IQ superior 
  •   131 atau lebih = Tingkat IQ sangat superior atau jenius. 

  1. Kecakapan pribadi, yaitu kecakapan dalam mengelola diri sendiri.
  2. Kesadaran diri, yaitu bentuk kecakapan untuk mengetahui kondisi diri sendiri dan rasa percaya diri yang tinggi.
  3. Pengaturan diri, yaitu bentuk kecakapan dalam mengendalikan diri dan mengembangkan sifat dapat dipercaya , kewaspadaan , adaptabilitas, dan inovasi.
  4. Motivasi, yaitu bentuk kecakapan untuk meraih prestasi , berkomitmen, berinisiatif, dan optimis.
  5. Kecakapan sosial yaitu bentuk kecakapan dalam menentukan seseorang harus menangani suatu hubungan.
  6. Empati : yaitu bentuk kecakapan untuk memahami orang lain, berorientasi pelayanan dengan mengembangkan orang lain, mengatasi keragaman orang lain dan kesadaran politis.
  7. Ketrampilan sosial, yaitu bentuk kecakapan dalam menggugah tanggapan yang dikehendaki orang lain . kecakapan ini meliputi pengaruh  komunikasi.




 Daftar Pusaka:
  • https://windakusumawati007.wordpress.com/2013/02/22/iq-eq-sq/
  • http://maisarahmuaazarah.blogspot.co.id/2014/06/penjelasan-tingkatan-iq-eq-aq-sq-manusia.html
  • http://ainnyan.blogspot.co.id/2014/02/pengertian-iq-eq-sq-aq-dan-esq.html

No comments:

Post a Comment