MINUMAN BERALKOHOL
Minuman beralkohol
adalah minuman yang mengandung etanol yang merupakan bahan
psikoaktif. Alkohol juga mengandung sebuah
zat yang dapat mengalihkan perasaan. Zat tersebut adalah sebuah depresan yang
dapat mengurangi aktifitas pada otak dan juga sistem syaraf
yang menyebabkan penurunan kesadaran.
Warna dan rasa pada minuman beralkohol sangat beragam tergantung dari bahan apa
yang digunakan pada proses pembuatan alkohol tersebut. Alkohol ini banyak
variasinya seperti bir, anggur, whiskey, arak, sake, vodka, sampanye, dll.
Alkohol ada 3 jenis yaitu primer, sekunder, dan tersier.
Anggur atau biasa disebut wine
adalah minuman beralkohol yang dibuat dari sari anggur jenis Vitis vinifera.
Anggur dibuat melalui fermentasi gula yang ada di dalam buah anggur. Ada
beberapa jenis minuman anggur yaitu Red Wine, White Wine, Rose Wine, Sparkling
Wine, Sweet Wine, dan Fortified Wine. Bir adalah segala minuman beralkohol yang
diproduksi melalui proses fermentasi bahan berpati tanpa melalui proses penyulingan
setelah fermentasi. Bir merupakan minuman beralkohol yang paling banyak
dikonsumsi di dunia dan kemungkinan yang tertua.
Dampak dari alkohol pada pengunaannya beragam
pada setiap orang dan tergantung pada beberapa faktor. Pertama, berat dan
ukuran tubuh. Kedua, seberapa banyak dan seberapa cepat alcohol yang dikonsumsi. Ketiga, kondisi kesehatan. Dampak yang ditimbulkan
alkohol ada 2 macam, yaitu dampak
langsung dan dampak jangka panjang. Dampak langsung dari alkohol contohnya : badan terasa santai, kehilangan
pengendalian diri, bicara tidak jelas, mual dan muntah muntah, kehilangan
kesadaran. Sedangkan dampak jangka panjang dari alcohol adalah perut terasa
terbakar, kerusakan hati, kerusakan otak, kehilangan daya ingat, depresi,
masalah sosial (kecanduan alcohol, kriminalitas, masalah keluarga), dan
ketidakstabilan jantung dan darah.
Dilansir dari wikipedia.org,
mengonsumsi minuman alkohol secara berlebihan dapat menyebabkan dua efek
samping yang cukup serius, yaitu gangguan mental organik atau yang dikenal
dengan GMO serta sindrom putus alkohol. Gangguan mental organik, seperti yang sudah
dijelaskan pada paragraf ketiga, adalah dampak mengonsumsi alkohol yang sudah
terlihat umum, yakni gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berperilaku.
Timbulnya gangguan mental organik adalah reaksi langsung terhadap sel-sel saraf
pusat akibat takaran alkohol berlebihan yang masuk kedalam tubuh. Sifat aditif
menyebabkan efek samping ini, yakni karena orang yang meminumnya lama kelamaan
tanpa sadar akan menambah dosis alkohol yang dikonsumsinya.
GMO biasanya menyababkan perubahan
perilaku pada penderitanya, seperti keinginan untuk melakukan tindakan
kekerasan, tidak mampu mempertimbangkan sesuatu, dan terganggu fungsi
sosialnya, sedangkan perubahan secara fisiologis yang dapat dilihat antara lain
adalah muka merah atau tidak dapat berjalan lurus.
Mereka yang ketagihan umumnya akan
menderita sindrom putus alkohol, yakni rasa takut diberhentikan minum alkohol,
sehingga pada umumnya mereka akan sering gemetar, jantung berdebar-debar,
cemas, gelisah, murung dan banyak berhalusinasi. Kandungan alkohol berlebihan
pada tubuh lama kelamaan akan meningkatkan kadar lemak didalam hati sehingga
hati terpaksa harus bekerja lebih dari biasanya. Dampak timbunan lemak yang
berlebihan pada hati akan memakan sel hati hingga mati. Jika tidak ditangani,
dapat menyebabkan sirosis yang dapat berkembang menjadi kanker hati.
Dari penjelasan diatas, dapat
disimpulkan bahwa terdapat berbagai jenis minuman alkohol. Mengonsumsi minuman
alkohol secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak baik secara
langsung maupun tidak langsung. Oleh sebab itu, diharapkan bagi mereka yang
membaca essay ini, supaya lebih memiliki kesadaran akan dampak berbahaya yang
dapat timbul.
Daftar
pustaka
https://id.wikipedia.org/wiki/Minuman_beralkohol
Gabrielle Agustin Ternadi 9G/14
Graciella Christina 9G/16
No comments:
Post a Comment