Monday, March 14, 2016

Etika dalam Berpacaran

ARTI PACARAN
Pacaran merupakan suatu tahap menuju jenjang yang lebih tinggi atau pernikahan, atau pacaran dapat juga sebagai tahap membentuk pribadi, atau belajar mempelajari sikap lawan jenis, juga belajar bagaimana dalam menghadapi masalah dalam suatu hubungan, dan bagaimana cara kita menyelesaikan masalah itu.

Dalam berpacaran juga sangat diperlukan restu orang tua, karena orang tua merupakan wali Tuhan di dunia dan orang tua pasti menginginkan yang terbaik bagi kita

Pacaran merupakan dua orang dan dua sifat berbeda bertemu menjadi satu, tentu akan banyak perbedaan, maka sangat diperlukan sikap pengertian. dan apabila terjadi ketidakcocokan sangat diperlukan rekonsiliasi. tuntutan tidak akan menyelesaikan masalah, tetapi malah menambah masalah baru, maka sifat pengertian sangat diperlukan, disamping itu tentu harus ada sikap kejujuran dan keterbuakaan, dan kepercayaan.
Pacaran itu pasti akan timbul hal-hal yang baik maupun tidak, artinya kalau pacaran itu dijalankan sesuai dengan aturannya, kemudian tidak macam-macam yang artinya tidak melanggar jalur yang ditetapkan Tuhan, maka sebagian besar akan menjalankannya dengan penuh kebahagiaan. Namun sebaliknya, apabila pacaran itu dijalankan dengan semau saya, kemudian tidak takut pada Tuhan, maka jangan harap berkibat baik.

Di dunia bebas apalagi di Negara kita yang sudah 68 tahun merdeka, Anda bebas berpacaran, tetapi bebas dalam pengertian bukan sembarangan. Tetap saja ada batas-batasnya, ada batas etika, moral ,sopan santun. Kalau anda berani melanggarnya, maka resiko akan ditanggung sendiri. Lalu sekarang apa yang dimaksud dengan berpacaran yang wajar?

1. Pacar itu jumlahnya Satu
2. Tidak Mengikat
3. Dewasa
4. Seimbang
5. Kasih
6. Sabar & Menguasai Diri

ETIKA DAN ETIKET BERPACARAN YANG BAIK DAN BENAR
• Kasihnya bersifat obyektif, dengan memberi apa yang baik dan dibutuhkan dengan tidak memanipulatif
• Ubah rasa cemburu buta menjadi cemburu yang obyektif yang menuntut sesuatu yang memang sudah menjadi haknya
• Pahami cinta romantis menjadi cinta yang realistis, sehingga tidak hanya berkisar pada hal-hal yang indah dan romantis saja, melainkan realistis sesuai keadaan
• Fokus utama pada kegiatan-kegiatan menjadi berpusat pada komunikasi dan dialog, sehingga dapat lebih mengenal secara pribadi
• Pemusatan perhatian dialihkan dari orientasi seksual menjadi orientasi masa depan
• Menerapkan dan menjujung tinggi nilai moral, budaya dan agama dalam seluruh aktifitas berpacaran
• Buat kesepakatan dengan pasangan untuk tidak berbuat lebih jauh yang menyimpang dari agama dan budaya
• Menjadikan pacaran menjadi kesempatan yang menarik, kreatif dan menjadi persekutuan yang baik dalam Tuhan
• Hindari situasi dan kondisi yang merangsang dorongan seks seperti tempat gelap dan sepi, tempat tertutup dan terkunci
• Batasi waktu dan frekuensi berpacaran agar tidak terlalu sering

GAYA PACARAN YANG SEHAT MENCAKUP BEBERAPA UNSUR YAITU :
• Sehat Fisik : Tidak ada kekerasan dalam berpacaran. Dilarang saling memukul, menampar ataupun menendang.
• Sehat Emosional : Hubungan terjalin dengan baik dan nyaman, saling pengertian dan keterbukaan. Harus mengenali emosi diri sendiri dan emosi orang lain. Harus mampu mengungkapkan dan mengendalikan emosi dengan baik.
• Sehat Sosial : Pacaran tidak mengikat, maksudnya hubungan sosial dengan yang lain harus tetap dijaga agar tidak merasa asing di lingkungan sendiri. Tidak baik apabila seharian penuh bersama dengan pacar.
• Sehat Seksual : Dalam berpacaran kita harus saling menjaga, yaitu tidak melakukan hal-hal yang beresiko. Jangan sampai melakukan aktivitas-aktivitas yang beresiko,apalagi melakukan hubungan seks.

TIPS BERPACARAN YANG SESUAI DENGAN ETIKA DAN ETIKET YANG BAIK ADALAH :
• Hindari Berhubungan fisik lebih jauh.
• Saling memberi perhatian.
• “No Seks” Katakan “tidak”.
• Pegang dengan baik ajaran agama.
• Kiat Sadar Diri
• Niatkan bahwa tujuan berpacaran adalah untuk saling mengenal lebih dekat.
• Hindari tempat yang terlalu sepi atau tempat yang mengandung aktivitas seksual.
• Hindari makan makanan yang merangsang sebelum/selama pacaran.
• Hindari bacaan/film porno yang merangsang sebelum/selama pacaran.
• Jangan dituruti kalau pasangan menuntut aktivitas pacaran yang berlebihan, sambil mengingatkan bahwa hal itu akan mengotori tujuan dari berpacaran.

AKIBAT BERPACARAN YANG MELANGGAR RAMBU ETIKA DAN ETIKET
Bila ajaran agama, etiket dan etika dalam berpacaran dilanggar secara lambat dan pasti akan berakibat kondisi yang mengerikan. Diantaranya adalah kehamilan akibat perbuatan hubungan yang terlalu jauh. Kehamilan usia muda sangat menghancurkan masa depan anak remaja.


Sumber :
http://etikakel3.weebly.com/etika-berpacaran.html

Andrea Josephine 9G/02
Priscilla Michelle 9G/30


No comments:

Post a Comment